Monday, May 19, 2014

PWN XII PTAI, Pentaskan Seni Budaya Nusantara Selama 5 Malam


431095_Pentas Seni PWN PTAI 10.jpg


Kota Bengkulu, Bagi masyarakat Bengkulu pelaksanaan Perkemahan Wirakarya Nasional (PWN) ke XII PTAI Se-Indonesia layak untuk dikunjungi karena dalam rangkaian kegiatannya ikut disemarakkan dengan tampilan seni budaya nusantara yang digelar selama 5 malam berturut-turut. Kegiatan pentas seni budaya nusantara tersebut berlangsung meriah karena menampilkan aneka ragam budaya dari seluruh nusantara, mulai dari tampilan tari-tarian, lagu daerah dan beranega ragam baju adat dari berbagai suku di Indonesia, semua ditampilkan secara khas lokal daerah masing-masing.
Kegiatan pentas seni budaya nusantara di ikuti oleh perwakilan 53 Kontingen Pramuka dari PTAIN/PTAIS se Indonesia. Pentas di bagi di dua tempat berbeda yakni di arena pentas budaya homestay Kampung Melayu dan di lapangan arena PWN. Yang menarik dan mengundang decak kagum pengunjung yakni pentas Reog Barong dari Ponorogo dan tarian dari Ambon. Tarian tersebut mengisahkan seorang pemuda yang sedang merayu pujaan hatinya. Selain itu tampil juga berbagai seni tarian lainnya dari berbagai daerah dan lagu yang akrab ditelinga para pecinta campur sari, yakni lagu Lingsir Wengi. (Musafiin)
[Sumber berita: www.bengkulutoday.com]

Karang Pamitran Nasional PWN XII PTAI 2014


560282_KPN PWN XII PTAI 2014.jpg


Kota Bengkulu (14/5), Wakil Ketua Kwarnas Bidang Binamuda Kak Suriyadi didampingi Kepala Biro Kegiatan Kwarnas Kak Desi Ampriani membuka Karang Pamitran Nasional yang diselenggarakan bersamaan dengan kegiatan Perkemahan Wirakarya Nasional (PWN) XII PTAI di Kampus STAIN Bengkulu Rabu malam, 14 Mei 2014 sekaligus memberikan materi tentang kepramukaan kepada para Pembina Pendamping.
[Sumber berita: Text & Foto: Sis/Humas Kwarnas]

Kak Suryadi, Waka Bid. Binamuda Memberikan Materi Kepramukaan di PWN XII, PTAI Se-Indonesia


202454_PWN Ke-XII PTAI.jpg


Kota Bengkulu (13/5) , Wakil Ketua Kwarnas Gerakan Pramuka Bidang Bina Muda Kak Suriyadi memberikan materi tentang kepramukaan kepada 60 orang anggota Pramuka, Mahasiswa/siswi Fakultas Tarbiyah dan Tadris IAIN di Hotel Madelin, Bengkulu Selasa sore, 13 Mei 2014.
[Sumber berita: Text & Foto: Sis/Humas Kwarnas]

Pecahkan Rekor MURI, Shalat Tahajud Pramuka Berjamaah Sukses dilaksanakan


220915_PWN XII PTAI 5.png


Kota Bengkulu (14/5) – Pukul 03.00 WIB dini hari, bertempat di gedung bekas STQ,  Rabu (14/5/2014) panitia Perkemahan Wirakarya Nasional (PWN) ke XII PTAI se Indonesia yang diselenggarakan oleh tuan rumah Institut Agama Islam Negeri (IAIN) Bengkulu, sukses menggelar Shalat Tahajud Pramuka berjamaah dengan jumlah jamaah mencapai 2000 orang lebih. 2000 jamaah tersebut berpakaian coklat pramuka yang berasal dari perwakilan PTAI se Indonesia dari 53 kontingen.
Sebelum Shalat Tahajud di mulai, acara didahului dengan membaca istighfar bersama, pembacaan ayat suci Al Quran dan sambutan serta tausiah dari Imam Shalat Tahajud. Hadir mengikuti Shalat Tahajud tersebut diantaranya Wakil Menteri Agama RI Prof. Dr. H. Nazarudin Umar, para Rektor/Ketua PTAIN/PTAIS se Indonesia, Kepala Kemenag Provinsi Bengkulu Suardi Abbas,SH,MH, Pengurus Kwarnas Gerakan Pramuka, para penilai dari Museum Rekor Indonesia (MURI), para Ulama serta peserta kemah PWN ke XII.
Dalam sambutannya, Wakil Menteri Agama RI menyambut baik dan mengucapkan selamat atas pelaksanaan PWN XII di IAIN Bengkulu. Dengan PWN tersebut diharapkan akan memupuk semangat jiwa muda pramuka yang tidak akan pernah luntur. Wamen juga menambahkan bahwa semua rangkaian kegiatan PWN ke XII tersebut dimaksudkan untuk meningkatkan kompetensi para pramuka dan menumbuhkan jiwa sosial pengabdian kepada masyarakat.
Usai Shalat Tahajud, di lanjutkan dengan Dzikir berjamaah hingga tiba waktu Shalat Subuh. Uniknya, para peserta yang tidak membawa sajadah rela mengikuti Shalat Tahajud dengan hanya beralaskan koran. (Musafiin)

Wamenag RI Buka PWN ke XII PTAI Se-Indonesia


975577_a.jpg


Kota Bengkulu (14/5),Perkemahan Wirakarya Nasional Perguruan Tinggi Agama Islam  (PWN)  PTAI ke-12 dibuka secara resmi oleh Wakil Menteri Agama RI Nassarudin Umar pada Rabu pagi 14 Mei 2014 bertempat di Lapangan STQ  Kampus IAIN Bengkulu. Dihadiri oleh Gubernur Bengkulu, Ketua Kwarnas, Waka Kwarnas, Sesjen Kwarnas, Ketua Kwarda Bengkulu, Pejabat tinggi bengkulu dan jajarannya, Rektor PTAI se Indonesia,  Pimpinan Kontingen Daerah, peserta PWN serta pelajar dilingkungan Kemenag Provinsi Bengkulu.
Perkemahan ini diikuti oleh lebih kurang 2000 anggota Pramuka Penegak dan Pandega utusan dari 53 Kontingen dari Universitas Islam Negeri (UIN), Institut Agama Islam Negeri (STIN), dan Sekolah Tinggi Agama Islam Negeri (STAIN) serta peninjau dari Perguruan Tinggi Agama non Islam se Indonesia.
PWN-PTAIN ke-XII ini berlangsung 14 – 20 Mei 2014. Banyak kegiatan dalam perkemahan ini antara lain: cipta software kepramukaan, syahril Quran, kaligrafi, lomba karya tulis ilmiah, kegiatan bina wawasan kepramukaan dan teknologi tepat guna, wisata alam dan religi, kreasi masakan nusantara dan lomba keindahan pertendaan.
Kegiatan PWN juga dikemas dalam bentuk bhakti masyarakat antara berupa donor darah, perbaikan rumah penduduk, pembuatan sumur, perbaikan madrasah dan masjid, pembinaan pengurus Taman Pendidikan Al-Quran serta pentas seni budaya.
[Sumber berita: Text & Foto: Sis/Humas Kwarnas]

Friday, September 27, 2013

“Menjadikan Kegiatan Kepramukaan Modern Dan Disukai Kaum Muda Sebagai Wadah Pembinaan Karakter”



Kegiatan kepramukaan merupakan salah satu kegiatan pemuda sedunia yang dimaksudkan untuk mendukung anak-anak muda dalam perkembangan fisik, mental, dan spiritualnya. Sehingga, mereka dapat melakukan pembangunan karekter baik dalam lingkungan masyarakat maupun dalam suatu organisasi.
 Dari tahun-ketahun, akhlak dan moral penerus bangsa Indonesia semakin menurun, terkhusus kaum muda.  Salah satunya disebabkan karena wadah pembinaan karakter, yang bertujuan untuk membentuk karakter dan mengembangkan kemampuan kaum muda baik dibidang akademik maupun non-akademik sudah berkurang atau memudar. Banyak kegiatan yang dapat membantu membentuk karakter para kaum muda, salah satunya adalah kegiatan kepramukaan. Kegiatan kepramukaan dapat membentuk karakter para kaum muda seperti membentuk pola pikir, kepribadian yang lebih bertanggung jawab terhadap hal-hal yang dihadapi,  memiliki jiwa pemimpin dan dapat melatih keterampilan seseorang dalam berorganisasi. Namun, sebagian kaum muda belum menyadari hal-hal tersebut. Sehingga, jiwa-jiwa kaum muda saat ini masih  banyak yang mencari-cari alasan atau nilai negatif untuk menghindarinya.
Dari investigasi yang saya lakukan terhadap beberapa siswa, banyak alasan mereka tidak mengikuti kegiatan kepramukaan dikarenakan mereka merasa belum tahu apa itu kegiatan kepramukaan, belum tahu manfaat mengikuti kegiatan kepramukaan, malu karena takut hitam, ikut-ikutan tidak suka, melelahkan, bahkan mereka beranggapan bahwa kegiatan kepramukaan merupakan kegiatan yang ketinggalan zaman yang membosankan dan tidak menarik untuk diikuti. Dan menurut mereka lebih menarik shopping, bermain games, ataupun bermain dengan dunia maya seperti facebook, twiter, dan internet (efek era globalisasi dan modernisasi). Para kaum muda  ingin selalu mengikuti tren yang ada atau tidak ingin ketinggalan zaman dihadapan teman-temannya, dan tidak ingin dikatakan pemuda/pemudi yang ‘’jadul” atau “deso”. Disamping itu, kaum muda juga beranggapan bahwa kegiatan kepramukaan  hanya sebuah kegiatan yang menghabis-habiskan waktu, tenaga serta uang.
Padahal, kegiatan kepramukaan dapat mempengaruhi kebiasaan sehari-hari yang buruk menjadi lebih baik, karena didalam kegiatan ini kita diajarkan dan diharuskan untuk dapat mandiri,  bertanggung jawab, disiplin, jujur dan saling tolong-menolong. Dengan dasar itu kita harus membangkitkan minat kaum muda untuk mengikuti kegiatan kepramukaan dan hal yang dapat dilakukan yaitu menjadikan kegiatan kepramukaan menjadi modern dan disukai oleh kaum muda sebagai wadah pembinaan dan pembentuk karakter kaum muda.
 Dari permasalahan itu tercipta sebuah pemikiran yaitu, Bagaimana  menjadikan kegiatan kepramukaan yang modern dan disukai oleh kaum muda ?  Dan dari dialog yang saya lakukan, para siswa-siswi menjawab dan menyampaikan solusi sekaligus pendapat mereka yang dapat digunakan untuk meningkatkan minat kaum muda untuk mengikuti kegiatan kepramukaan. Diantaranya:
·         Memadupadankan kegiatan kepramukaan dengan perkembangan teknologi yang menekankan inovasi ,kreatifitas yang menarik dengan pemanfaatan teknologi.
·         Membuat wadah-wadah yang dapat mengenalkan kepramukaan, yang salah satunya melalui teknologi pada  jejaring sosial atau internet .
·         Memperbaiki wadah dan sarana kegiatan  kepramukan,
·         Menjadikan kegiatan kepramukaan lebih fleksibel dan tidak monoton maksudnya kegiatan kepramukaan menghadirkan variasi-variasi kegiatan.
·         Memberikan informasi-informasi prestasi kegiatan kepramukaan melalui media elektronik ataupun cetak sehingga kaum muda dapat merasa bangga jika mengikuti kegiatan kepramukaan.
·         Menghadirkan suatu kegiatan kreatif, inovatif, rekreatif, dengan perpaduan teknologi dan  aktualisasi nyata pada kehidupan. Bentuk nyata tersebut dapat dilakukan dengan membuat kegiatan atau pembelajaran tentang fotografi, kesenian modern, cinematografi ataupun pembuatan film jurnalistik, pembelajaran penggunaan GPS, yang dapat diterapkan dalam kegiatan kepramukaan tanpa menghilangkan dasar-dasar kepramukaan.
            Dari investigasi yang saya lakukan. Dapat disimpulkan bahwa :
·         Kegiatan kepramukaan dapat membangun individu-individu yang berkualitas baik secara rohani maupun jasmani.
·         kegiatan kepramukaan adalah suatu wadah yang membentuk suatu kebiasaan-kebiasaan yang dilakukan terus-menerus yang tujuannya adalah pembentukan karakter dan moral pada kaum muda.
·         Menumbuhkan minat dan keinginan kaum muda untuk mengikuti kegiatan kepramukaan dalam pembangunan karakter dapat dilakukan dengan solusi-solusi yang diberikan para kaum muda.
Dengan demikian kegiatan kepramukaan di masa yang akan datang harus menjadi wadah bagi kaum muda untuk mengembangkan kemampuan dan bakat kaum muda sekaligus membentuk  individu-individu yang bermoral dan berakhlak. Sehingga, kegiatan kepramukaan dapat menjadi wadah pembentuk karakter bagi kaum muda Indonesia, dan menciptakan generasi yang bermoral dan berakhlak demi perubahan Indonesia yang lebih baik.                                     

SALAM PRAMUKA


Saturday, July 6, 2013

PRAMUKA PENEGAK (KEPENEGAKAN)

FILOSOFI PRAMUKA PENEGAK
Dalam teori perkembangan, pada usia remaja terdapat tiga tahapan secara berurutan yaitu remaja
awal, remaja madya dan remaja akhir (Kimmel, 1995:16). Pada tahapan remaja awal, tugas-tugas
perkembangan yang harus diselesaikannya adalah pada penerimaan terhadap keadaan fisik
dirinya dan menggunakan tubuhnya secara efektif. Remaja pada usia tersebut mengalami
perubahan fisik yang sangat drastis, seperti pertumbuhan tubuh yang meliputi tinggi badan, berat
badan, organ tubuh, dan perubahan bentuk fisik. Penegak adalah anggota muda Gerakan Pramuka
yang berusia 16–20 tahun yang perkembangannya berada pada tahapan pertama dan kedua yaitu
remaja awal dan remaja madya.
Pada tahapan remaja madya, tugas perkembangan yang utama adalah mencapai idealisme dan
kemandirian, kebebasan dari orang tua, memperluas hubungan dengan kelompok sebaya. Pada
tahapan ini, remaja mencapai kapasitas keintiman hubungan pertemanan, belajar menangani
hubungan interaksi dengan lawan jenis.
Tugas-tugas perkembangan tersebut merupakan dasar bagi Pembina untuk mempersiapkan bahan,
metode dan cara pendekatan yang tepat, sehingga mudah untuk memahami karakter masingmasing
remaja. Pembinaan Pramuka Penegak dilakukan secara pribadi sehingga tumbuh dan
berkembang menjadi sosok yang sesuai dengan tujuan Gerakan Pramuka sekaligus juga turut
mempertimbangkan perkembangan jiwanya.

KIASAN DASAR PRAMUKA PENEGAK
Pembinaan golongan Pramuka Penegak merupakan tahapan pembinaan setelah golongan
Pramuka Penggalang. Jika Penggalang dikiaskan sebagai masa pemuda menggalang persatuan
bangsa, maka Penegak dikiaskan sebagai masa pemuda menegakkan kemerdekaan bangsa.
Pemberian nama golongan pembinaan kepramukaan sesuai penggolongan usia peserta didik,
mengadaptasi proses panjang sejarah perjuangan bangsa Indonesia dalam upaya meraih
kemerdekaan. Kepanduan Indonesia merupakan sejarah perjuangan bangsa dalam upaya meraih
kemerdekaan. Dimulai ketika bangsa Indonesia mensiagakan kemerdekaan yang diambil dari
peristiwa Budi Utomo, pada tanggal 20 Mei 1908. Masa mensiagakan kemerdekaan bangsa ini
menjadi kiasan dasar pembinaan golongan Siaga yaitu peserta didik usia 7-10 tahun. Kemudian
bangsa Indonesia menggalang persatuan untuk kemerdekaan, yang ditandai dari peristiwa
Sumpah Pemuda pada tanggal 28 Oktober 1928. Setelah berhasil menggalang persatuan, maka
bangsa Indonesia telah siap untuk menegakkan kemerdekaan yang ditandai dari peristiwa
Proklamasi Kemerdekaan RI, pada tanggal 17 Agustus 1945. Masa keberhasilan menggalang
persatuan bangsa menjadi kiasan dasar pembinaan golongan Penggalang yaitu peserta didik usia
11-15 tahun, dan masa kesiapan menegakkan kemerdekaan menjadi kiasan dasar pembinaan
golongan Penegak yaitu peserta didik usia 16-20 tahun. Proses akhir dari sejarah perjuangan
kemerdekaan bangsa Indonesia adalah mengisi kemerdekaan dengan memandegani
(memprakarsai/memelopori) pembangunan bangsa. Masa mempelopori pengisian kemerdekaan
dan pembangunan bangsa menjadi kiasan dasar pembinaan golongan Pandega yaitu peserta didik
usia 21-25 tahun.
Satuan terkecil dalam Golongan Pramuka Penegak disebut Sangga, terdiri dari 4 sampai dengan 8
orang. Arti kata Sangga adalah “gubug” atau rumah kecil tempat penggarap sawah. Nama
Sangga disusun sesuai dengan kiasan dasar yakni: Sangga Perintis, Sangga Penegas, Sangga
Pencoba, Sangga Pendobrak, Sangga Pelaksana. Perintis mengandung pengertian perintisan
(menjadi pembuka/pelopor) dalam kebajikan. Penegas mengandung pengertian kemampuan
mengambil keputusan yang arif dan bijaksana. Pencoba mengandung pengertian keberanian
mencoba segala sesuatu yang positif. Pendobrak mengandung pengertian keberanian
mengemukakan kebenaran dan melawan kemungkaran. Pelaksana mengandung pengertian
Panduan Penyelesaian 4 Syarat Kecakapan Umum Penegak
keberanian melaksanakan sesuatu tugas dengan penuh tanggung jawab. Nama Sangga dipilih dan
diambil dari cerminan sifat-sifat baik yang menonjol yang akan ditiru oleh anggota Sangga
tersebut. Pemimpin Sangga dan Wakil Pemimpin Sangga dipilih berdasarkan musyawarah
Sangga.
Ambalan Penegak idealnya terdiri atas 12 – 32 Pramuka Penegak yang dibagi menjadi 3 sampai 4
sangga. Arti kata Ambalan berasal dari bahasa Jawa ambal-ambalan, yakni kegiatan yang
dilakukan terus menerus. Ambalan juga disebut sekumpulan orang yang sedang melakukan suatu
pekerjaan. Nama Ambalan Penegak biasanya diambil dari nama-nama pahlawan. Namun
demikian tidak menutup kemungkinan nama Ambalan juga diambil dari nama-nama tokoh,
kerajaan dalam pewayangan atau legenda. Dalam pemilihan nama diambil yang terbaik menurut
anggota Ambalan, sehingga memiliki makna dan kebanggaan bagi seluruh anggota Ambalan.
Tingkat kecakapan umum Pramuka Penegak berupa tanda pundak yang dibuat dari kain dengan
warna dasar hijau tua. Tulisan dan gambar pada tanda tersebut dibuat dengan sulaman atau logam
berwarna kuning emas. Berbentuk trapesium, berwarna dasar hijau tua dengan panjang sisi 5 cm,
sisi atas 4 cm dan panjang kaki miring kiri dan kanan masing-masing 7,5 cm, didalamnya terdapat
gambar bintang sudut lima di bawahnya terdapat sepasang tunas kelapa yang berlawanan arah dan
di bawah tunas kelapa terdapat tulisan BANTARA atau LAKSANA.
Bintang bersudut lima mempunyai arti bahwa Pramuka Penegak bertaqwa kepada tuhan yang
Maha Esa dan bermoral Pancasila.
Tunas kelapa yang berlawanan arah mengibaratkan keselarasan dan kesatuan gerak Pramuka
Penegak putra dan putri yang sedang membina dirinya sebagai mahluk pribadi, sosial dan mahluk
Tuhan menuju cita-cita bangsa.
Tanda di pundak mengibaratkan tanggungjawab yang tidak ringan yang harus dipikulnya sebagai
anggota Gerakan Pramuka dan kader pembangunan bangsa dan Negara.
Bantara mengandung pengertian kader, ajudan, pengawas pembangunan yang kuat, baik dan
terampil serta bermoral Pancasila. Calon pemimpin bangsa dan negara yang masih belajar dan
mengembangkan kemampuannya dalam memimpin.
Laksana mengandung arti pemimpin muda yang sudah sanggup mengemban dan melaksanakan
tugas pembangunan bangsa dan negara serta mempunyai tanggungjawab yang lebih besar.

SIFAT KEGIATAN KEPENEGAKAN
Sifat umum yang dimiliki Pramuka Penegak adalah semangat juang yang tinggi, idealisme,
kemauan yang kuat, percaya diri, mencari jati diri, kreatif dan peduli terhadap lingkungan
masyarakat, serta memiliki loyalitas yang tinggi terhadap kelompoknya.
Mengingat sifat umum tersebut maka sifat kegiatan Kepenegakan secara umum masih
memerlukan bimbingan orang dewasa dengan motto dari, oleh dan untuk Pramuka Penegak di
bawah tanggungjawab orang dewasa.
Bentuk kegiatan Kepenegakan meliputi:
a. Bina Diri
Bina diri merupakan upaya peningkatan kemampuan jiwa dan keterampilan dengan cara
menuntut ilmu pengetahuan.
b. Bina Satuan
Bina satuan merupakan upaya terus menerus mengabdikan diri pada perindukan Siaga atau
pasukan Penggalang dalam keterampilan khusus atau inovatif.
c. Bina Masyarakat
Bina masyarakat merupakan upaya dan semangat untuk menjadi penyuluh dan pelopor
pembangunan di masyarakatnya.