Jakarta (2/7) Lasuwardi utusan dari Kontingen Daerah Gerakan Pramuka Maluku Utara benar-benar menjadi bintang di malam pertama (1/7) acara Pentas Seni Pertemuan Pramuka Luar Biasa/Pramuka Berkebutuhan Khusus Tingkat Nasional (PPLB Nas). Melalui lagu “Aku Bukan Bang Toyib” yang dipopulerkan oleh Group Band Wali, Lasuwardi, anggota Gerakan Pramuka dari golongan tunadaksa ini sangat piawai membawakan lagu dangdut tersebut yang menjadi andalannya. Dengan tubuh mungilnya, ia mampu bernyanyi dengan baik sambil mengajak penonton untuk terus bergoyang bersama pada malam pertama Pertemuan Pramuka Luar Biasa Tahun 2013.
Setelah lagu pertama berakhir, Lasuwardi kelahiran
Tobelo, Halmahera Utara ini didaulat penonton untuk bernyanyi kembali
dan Alhamdulillah permintaan penonton itu disanggupinya. Kali ini ia
membawakan lagu “Cari Jodoh” dan sukses memberi hiburan kepada penonton.
“Ia memang anak yang pandai bergaul, tidak ada rasa malu walaupun ia memiliki keterbatasan fisik namun tapi tetap tampil berani, “ujar Ida Astiya, Pembina Pendamping Kwartir Daerah Gerakan Pramuka Maluku Utara.
Pentas Seni yang diselenggarakan setiap malam selama kegiatan PPLB Nasional berlangsung merupakan salah satu kegiatan yang bertujuan untuk memupuk kreatifitas dan ketrampilan para peserta PPLB Nasional di bidang seni. Pentas seni yang digelar di lapangan Kelurahan Putri II, Bumi Perkemahan Pramuka Cibubur menampilkan kebolehan peserta dari berbagai daerah.
Bumi Perkemahan Pramuka Cibubur untuk sementara menjadi Indonesia Mini. Sebanyak 18 provinsi/Kwartir Daerah Gerakan Pramuka berkumpul di Bumi Perkemahan yang terletak di tepi Jalan Tol Jagorawi. Saat pentas seni, sejumlah Kontingen Daerah (Konda) menampilkan tarian daerahnya masing-masing.
Konda Jawa Timur dengan gerak dan lagu berjudul “Sholawat Nabi” sebagai pembuka acara pentas seni. Gerak dan lagu yang dibawakan oleh Gugusdepan yang berpangkalan di SLB AB Kemala Bhayangkari II, Gresik, Jawa Timur ini tampil dengan apik dan mendapat tepuk tangan meriah dari penonton. “Kami berusaha menampilkan yang terbaik, alhamdulilah berjalan baik” ungkap Yayuk Handayani, Pembinda Pendamping.
Tari Cewang salah satu tarian kreasi dari Sumatera Barat yang mengisahkan tentang kawula muda yang sedang bergembira menanti datangnya malam bulan. Tarian yang ceria yang dibawakan oleh Pramuka Golongan Tunarungu ini juga mendapat sambutan meriah dari penonton.
“Saya sangat senang sekali ternyata anak-anak sangat trampil membawakan tarian, padahal kesempatan untuk latihan saja sangat sedikit “ ujar Ineng Supriati, Pembina Pendamping dari Kwartir Cabang Gerakan Pramuka Kota Padang, Sumatera Barat.
Sebelumnya, Senin siang (1/7) hingga sore hari, para peserta telah mengikuti kegiatan yang cukup menantang dan menarik serta mendapat respon postif dari peserta, karena kegiatan ini belum pernah mereka mainkan. Kegiatan itu meliputi kegiatan sinergi, yang diberi judul dan dibungkus cerita menarik seperti “Memindahkan Bola”, “Bola Gila”, “Tetap Tegak Benderaku”, “Air Amanah” dan “Membangun Menara”, serta kegiatan Iptek Khusus seperti desain grafis dan membuat batik ikat celup.
Hari ini, Selasa (2/7) hingga sore hari sedang berlangsung kegiatan kekhususan untuk golongan tunanetra, tunarungu (A), tunadaksa (B), tunagrahita (C) dan tunalaras (E). Bentuk kegiatannya terlampir. SD
“Ia memang anak yang pandai bergaul, tidak ada rasa malu walaupun ia memiliki keterbatasan fisik namun tapi tetap tampil berani, “ujar Ida Astiya, Pembina Pendamping Kwartir Daerah Gerakan Pramuka Maluku Utara.
Pentas Seni yang diselenggarakan setiap malam selama kegiatan PPLB Nasional berlangsung merupakan salah satu kegiatan yang bertujuan untuk memupuk kreatifitas dan ketrampilan para peserta PPLB Nasional di bidang seni. Pentas seni yang digelar di lapangan Kelurahan Putri II, Bumi Perkemahan Pramuka Cibubur menampilkan kebolehan peserta dari berbagai daerah.
Bumi Perkemahan Pramuka Cibubur untuk sementara menjadi Indonesia Mini. Sebanyak 18 provinsi/Kwartir Daerah Gerakan Pramuka berkumpul di Bumi Perkemahan yang terletak di tepi Jalan Tol Jagorawi. Saat pentas seni, sejumlah Kontingen Daerah (Konda) menampilkan tarian daerahnya masing-masing.
Konda Jawa Timur dengan gerak dan lagu berjudul “Sholawat Nabi” sebagai pembuka acara pentas seni. Gerak dan lagu yang dibawakan oleh Gugusdepan yang berpangkalan di SLB AB Kemala Bhayangkari II, Gresik, Jawa Timur ini tampil dengan apik dan mendapat tepuk tangan meriah dari penonton. “Kami berusaha menampilkan yang terbaik, alhamdulilah berjalan baik” ungkap Yayuk Handayani, Pembinda Pendamping.
Tari Cewang salah satu tarian kreasi dari Sumatera Barat yang mengisahkan tentang kawula muda yang sedang bergembira menanti datangnya malam bulan. Tarian yang ceria yang dibawakan oleh Pramuka Golongan Tunarungu ini juga mendapat sambutan meriah dari penonton.
“Saya sangat senang sekali ternyata anak-anak sangat trampil membawakan tarian, padahal kesempatan untuk latihan saja sangat sedikit “ ujar Ineng Supriati, Pembina Pendamping dari Kwartir Cabang Gerakan Pramuka Kota Padang, Sumatera Barat.
Sebelumnya, Senin siang (1/7) hingga sore hari, para peserta telah mengikuti kegiatan yang cukup menantang dan menarik serta mendapat respon postif dari peserta, karena kegiatan ini belum pernah mereka mainkan. Kegiatan itu meliputi kegiatan sinergi, yang diberi judul dan dibungkus cerita menarik seperti “Memindahkan Bola”, “Bola Gila”, “Tetap Tegak Benderaku”, “Air Amanah” dan “Membangun Menara”, serta kegiatan Iptek Khusus seperti desain grafis dan membuat batik ikat celup.
Hari ini, Selasa (2/7) hingga sore hari sedang berlangsung kegiatan kekhususan untuk golongan tunanetra, tunarungu (A), tunadaksa (B), tunagrahita (C) dan tunalaras (E). Bentuk kegiatannya terlampir. SD
No comments:
Post a Comment